Ya berapa malaikat yang sudah ku temui hari ini?
Atau hari kemarin?
Di dalam perjalananKu menuju tempat kerja?
Atau dalam perjalananku menuju ke rumah kembali?
Berapa?
Bahkan itu di rumahku sendiri.
Berapa malaikat yang ku temui?
Tidak ada?
Tidak mungkin! Siapa bilang?
coba saya ingat-ingat lagi...
Mungkin dia yang membuatku marah-marah karena
membuatku terbangun di tengah malam buta. Membuatku
terjaga dengan tangisan. Dan kau hanya berkata dengan
bersungut-sungut, "Anak siapa sih? Rese amat
malem-malem nangis. Berisik!"
Padahal mungkin ia membangunkanku untuk sesuatu hal
bermanfaat yang bisa ku lakukan di tengah malam itu.
Mungkin dia yang membuatku sewot,
ketika aku bertabrakan badan di jalan sehingga membuatku
terjatuh. Dan aku menjadi sedikit sakit dan malu. Dan
aku membentaknya dengan ucapan,
"Pake mata dong kalo jalan!"
Padahal mungkin ia mengajakku untuk berlatih bersabar
dan malahan justru jika ia tidak menabrakku aku akan
sedetik lebih cepat dan mungkin ceritanya akan
berbeda. Tertabrak mobil barangkali.
Mungkin dia yang membuatku berpikir buruk, sebab
setiap hari ia selalu menengadahkan tangan padamu
dengan pakaian compang-camping dan baju dekilnya.
Sehingga membuat ini terbersit di pikiranku, "Males
amat sih ini orang. Badan masih seger gitu loh?"
Padahal mungkin ia mengajakku untuk berpikir positif
dan lebih bermurah rejeki, setidaknya bermurah senyum.
Ya. Cobalah ingat-ingat lagi. Berapa kali dalam sehari
kau membentak, menghardik, membenci, berprasangka,
mencibir, memaki orang lain?
Berapa kali?
Sebab mungkin sebanyak itu pulalah aku berlaku tidak
sepantasnya pada malaikat.
Senyumlah setiap hari pada siapapun yang kau jumpai.
Berpikirlah positif pada setiap orang yang kau temui.
Perlakukanlah orang lain dengan cara yang sama seperti
kau mengharapkan orang lain memperlakukanmu. Tuhan
selalu "bekerja" dengan cara yang misterius.
Maka, selalu lah peka dalam menyikapi semua ini.
Moh Farizi Agamsyah
Selasa, 02 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar