Kamis, 21 Agustus 2008

Perjalanan Menuju Kematian (Bag ke-1)

Oleh: Ulis Tofa, Lc

Sumber informasi yang pasti benar dan tidak berubah sepanjang masa
hanya datang dari Dzat Pencipta, Allah swt, berupa wahyu-wahyu- Nya
yang tertuang di dalam Al Qur'an. Tidak ada campur tangan sedikitpun
dari manusia untuk merubah atau merekasanya. Tidak ada keraguan
sedikitpun perihal kebenarannya. Petunjuk bagi orang yang bertaqwa.
Allah swt berfirman, "Alif laam miin. Kitab (Al Quran) ini tidak ada
keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa." Al Baqarah :
1-2

Informasi tentang perjalan hidup seorang anak manusia dengan jelas
digambarkan Allah swt di banyak tempat di dalam Al Qur'an. Yang secara
jelas menunjukkan bahwa manusia ini menapaki umurnya, menjalani
hidupnya untuk menuju sebuah kematian. Setiap bani Adam akan
mengalaminya, mukminkah ia atau munafik atau orang kafir.


Seorang penyair mengatakan :

Sesungguhnya kamu adalah rangkaian dari hari-hari

Jika satu hari berlalu, maka jatah hidup kamu berkurang

Sampai akhir ajal menjelang



Perjalanan menuju kematian ini diinformasikan Allah swt dalam firman-Nya :

Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani,
sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai
seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai
kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua,
di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami berbuat
demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya
kamu memahami(nya) . Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, Maka
apabila dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya bekata kepadanya:
"Jadilah", Maka jadilah ia." Al Mu'min : 67-68.



Ayat yang senada dengan ini disebutkan dalam surat Al Hajj : 5-8



"Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari
kubur), Maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari
tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah,
kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak
sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam
rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan,
kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-
angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang
diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya
sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang
dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian
apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan
suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah,Dialah yang haq. Dan
sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan
sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan sesungguhnya
hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan
bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur. Dan di
antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu
pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa Kitab (wahyu) yang bercahaya."



Subhanallah, gambaran perjalanan seorang anak manusia yang sangat
detail dan menakjubkan. Ujung dari perjalanan seorang manusia di dunia
ini adalah kematian. Kematian selalu mengintai manusia. Suka tidak
suka, mau tidak mau setiap manusia pasti akan mengakhiri hidupnya.
Sudah banyak saudara-saudara kita yang meninggalkan dunia ini satu
demi satu.



Kematian adalah sebuah kepastian. Namun bagaimana kita mati, itu
adalah pilihan. kita tinggal pilih, mau meninggal dalam kondisi husnul
khatimah atau su'ul khatimah, wai iyadzubillah. Karena itu
persoalannya adalah: Bagaimana kondisi kita saat ajal menjelang ?
Bagaimana seorang mukmin mengakhiri hidupnya ? Bagaimana orang munafik
dan orang kafir menghembuskan nafas terakhirnya ?



Kematian adalah tahapan yang paling sulit dalam kehidupan setiap
manusia. Kondisi ini berbanding sama dengan baik atau buruknya
seseorang dalam hidupnya. Allah swt berfirman : "Dan datanglah
sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari
daripadanya. " Qaf : 19



Dalam hadits sahih Rasulullah saw menegaskan :



"Sungguh kematian itu disertai sekarat". HR. Al Bukhari (Tafsir Al
Qurtubhi, Juz 6, Hal 133)



Sakaratul maut adalah kondisi yang sangat berat dan dahsyat bagi
setiap manusia. Tak terkecuali Rasulullah saw pun menghadapi hal yang
sama. Namun beliau mendapatkan penjagaan dan pemeliharaan langsung
dari Allah swt.



Dari Aisyah ra berkata, "Saya melihat Rasulullah saw ketika maut
menjelang, sedangkan di dekatnya ada tungku berisikan air, kemudian ia
memasukkan tangannya ke dalam tungku itu, lalu mengusap wajahnya
dengan air sambil berdo'a: "Ya Allah, tolong saya saat menghadapi
sakaratul maut." HR. Al Hakim



Saking beratnya sakaratul maut itu, Rasulullah saw mengeluarkan
keringat dingin di keningnya yang mulia. Bahkan Fatimah, putri
Rasulullah swt yang berada di dekat ayahnya merasakan merinding ketika
sakaratul maut itu datang menjemputnya.



Para ulama menyimpulkan tanda keluar keringat dingin menunjukkan
seseorang itu malu kepada Allah swt saat hendak berjumpa dengan-Nya,
lantaran tidak sebanding karunia yang Allah berikan kepadanya dengan
ketaatan yang ia persembahkan kepada-Nya. Atau keringat dingin itu
pertanda pertaubatan yang sebenarnya dari seorang anak manusia.



Saat sakaratul maut inilah perjuangan yang sangat menentukan nasib
seseorang. Ketika itu pertarungan antara pasukan setan dan para
Malaikat berkecamuk, sampai-sampai Malaikat Jibril turun langsung
membantu menyelamatkan orang shalih.



Dikisahkan, bahwa Imam Ahmad bin Hambal saat mengalami sakaratul maut,
ditalkin oleh anaknya untuk bersyahadah. Namun sang Imam mengatakan
tidak, berkali-kali kondisi itu sampai akhirnya ia tak sadarkan diri.
Ketika siuman, sang anak bertanya: Kenapa ayah menolak untuk
mengucapkan kalimatud tauhid? Ayahnya menjawab, Sungguh setan-setan
berebut memperdaya saya untuk tidak bersyahadah. Sampai-sampai di
antara setan-setan itu ada yang menggigit jari-jari kaki saya.



Sebagian ulama tafsir ketika menafsirkan surat Fushshilat ayat 30,
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah
Allah"
kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka malaikat akan turun
kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah
merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah
dijanjikan Allah kepadamu." Turunnya para malaikat termasuk malaikat
Jibril membantu meringankan proses sakaratul maut orang shalih melawan
tipu daya setan.



Gambaran beratnya proses sakaratul maut juga diibaratkan dengan
hunusan pedang dan tajamnya gergaji. Rasulullah saw bersabda:

"Sesungguhnya kematian itu lebih dahsyat dari sabetan pedang dan lebih
pedih dari potongan gergaji" (Tafisr Al Qurthubi, Jilid 17, hal 13)



Nabiyullah Isa alaihissalam juga mengajarkan do'a kemudahaan saat
sakaratul maut kepada hawariyyun –para pendukungnya- . Nabi Isa berkata
: "Wahai para pendukungku, berdoa'alah kepada Allah agar meringankan
sakaratul maut kalian."



Dalam do'a-do'a yang sering kita lantunkan, kita meminta dengan
kerendahan hati "Ya Allah, kami memohon kepada Engkau keselamatan
dalam agama, kesehatan badan, keberkahan rizki, taubat sebelum ajal,
kasih sayang saat ajal, ampunan setalah mati. Ya Allah, mudahkanlah
bagi kami saat sakaratul maut menghadap, ampunan ketika hari
penghitungan, dan selamat dari api neraka."



Semoga kita diwafatkan oleh Allah swt dalam kondisi kening
mengeluarkan keringat dingin sebagai wujud pertaubatan sejati dan
penerimaan Allah swt insya Allah, amin ya Mujibas sa'ilin. Allahu
a'lam

Tidak ada komentar:

Template by:
Free Blog Templates