Jumat, 10 Oktober 2008
HALAL bi HALAL ALUMNI
Rabu, 08 Oktober 2008
Belajar Mengelola Dinar Dari Abdurrahman bin Auf
dari milis tetangga
Selain dari diri Rasulullah yang terdapat contoh yang sempurna, kita juga bisa belajar dari sahabat-sahabat Beliau dalam membangun kemakmuran Islam yang kita cita-citakan ini.
Salah satu sahabat beliau yang patut kita contoh adalah Abdurrahman bin Auf yang kesuksesannya dalam berbisnis bisa menjadi tauladan bagi seluruh pengusaha muslim saat ini. Dalam hal urusan akhiratpun banyak yang bisa dicontoh dari Abdurrahman ini karena beliau termasuk salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.
Berikut disarikan prestasi-prestasi Abdurrrahman bin Auf :
· Abdurrahman bin Auf termasuk sahabat yang masuk Islam sangat awal, tercatat beliau orang kedelapan yang bersahadah 2 hari setelah Abu Bakar.
· Beliau termasuk salah satu dari enam orang yang ditunjuk oleh Umar bin Khattab untuk memilih khalifah sesudahnya.
· Beliau seorang mufti yang dipercaya oleh Rasulullah SAW untuk berfatwa di Madinah padahal Rasulullah SAW masih hidup.
· Beliau terlibat dalam perang Badar bersama Rasulullah SAW dan menewaskan musuh-musuh Allah. Beliau juga terlibat dalam perang Uhud dan bahkan termasuk yang bertahan disisi Rasulullah SAW ketika tentara kaum muslimin banyak yang meninggalkan medan peperangan. Dari peperangan ini ada sembilan luka parah ditubuhnya dan dua puluh luka kecil yang diantaranya ada yang sedalam anak jari. Perang ini juga menyebabkan luka dikakinya sehingga Abdurahman bin Auf harus berjalan dengan pincang, dan juga merontokkan sebagian giginya sehingga beliau berbicara dengan cadel.
· Suatu saat ketika Rasullullah SAW berpidato menyemangati kaum muslimin untuk berinfaq di jalan Allah, Abdurrahman bin Auf menyumbang separuh hartanya yang senilai 2000 Dinar atau sekitar Rp 2.4 Milyar nilai uang saat ini (saat itu beliau 'belum kaya' dan hartanya baru 4000 Dinar atau Rp 4.8 Milyar). Atas sedeqah ini beliau didoakan khusus oleh Rasulullah SAW yang berbunyi "Semoga Allah melimpahkan berkahNya kepadamu, terhadap harta yang kamu berikan. Dan Semoga Allah memberkati juga harta yang kamu tinggalkan untuk keluarga kamu." Do'a ini kemudian benar-benar terbukti dengan kesuksesan demi kesuksesan Abdurrahman bin Auf berikutnya.
· Ketika Rasullullah membutuhkan dana untuk perang Tabuk yang mahal dan sulit karena medannya jauh, ditambah situasi Madinah yang lagi dilanda musim panas. Abdurrahman bin Auf memeloporinya dengan menyumbang dua ratus uqiyah emas sampai-sampai Umar bin Khattab berbisik kepada Rasulullah SAW " Sepertinya Abdurrahman berdosa sama keluarganya karena tidak meninggali uang belanja sedikitpun untuk keluarganya" . Mendengar ini, Rasulullah SAW bertanya pada Abdurrahman bin Auf, "Apakah kamu meninggalkan uang belanja untuk istrimu ?" , " Ya!" Jawab Abdurrahman, "Mereka saya tinggali lebih banyak dan lebih baik dari yang saya sumbangkan". "Berapa ?" Tanya Rasulullah. " Sebanyak rizki, kebaikan, dan pahala yang dijanjikan Allah." Jawabnya.
· Setelah Rasulullah SAW wafat, Abdurrahman bin Auf bertugas menjaga kesejahteraan dan keselamatan Ummahatul Mu'minin (para istri Rasulullah SAW).
· Abdurrahman bin Auf pernah menyumbangkan seluruh barang yang dibawa oleh kafilah perdagangannya kepada penduduk Madinah padahal seluruh kafilah ini membawa barang dagangan yang diangkut oleh 700 unta yang memenuhi jalan-jalan kota Madinah. Selain itu juga tercatat Abdurrahman bin Auf telah menyumbangkan dengan sembunyi-sembunyi atau terang-terangan antara lain 40,000 Dirham (sekitar Rp 1.4 Milyar uang sekarang), 40,000 Dinar (sekarang senilai +/- Rp 48 Milyar uang sekarang), 200 uqiyah emas, 500 ekor kuda, dan 1,500 ekor unta
· Beliau juga menyantuni para veteran perang badar yang masih hidup waktu itu dengan santunan sebesar 400 Dinar (sekitar Rp 480 juta) per orang untuk veteran yang jumlahnya tidak kurang dari 100 orang.
· Dengan begitu banyak yang diinfaqkan di jalan Allah, beliau ketika meninggal pada usia 72 tahun masih juga meninggalkan harta yang sangat banyak yaitu terdiri dari 1000 ekor unta, 100 ekor kuda, 3,000 ekor kambing dan masing-masing istri mendapatkan warisan 80.000 Dinar. Padahal warisan istri-istri ini masing-masing hanya ¼ dari 1/8 (istri mendapat bagian seperdelapan karena ada anak, lalu seperdelapan ini dibagi 4 karena ada 4 istri). Artinya kekayaan yang ditinggalkan Abdurrahman bin Auf saat itu berjumlah 2,560,000 Dinar atau sebesar Rp 3.072 trilyun untuk kurs uang Rupiah saat tulisan ini dibuat!
Bagaimana Abdurrahman bin Auf bisa sangat sukses berdagang dan juga dijamin masuk surga ?, berikut adalah yang bisa kita tiru dari beliau :
· Seluruh usahanya hanya ditujukan untuk mencari Ridhla Allah semata.
· Bermodal dan berniaga barang yang halal dan menjauhkan diri dari barang yang haram bahkan yang subhat sekalipun.
· Keuntungan hasil usaha bukan untuk dinikmati sendiri melainkan ditunaikan hak Allah, sanak keluarga dan untuk perjuangan di Jalan Allah.
· Abdurrahman bin Auf seorang pemimpin yang mengendalikan hartanya, bukan harta yang mengendalikannya.
· Sedeqah telah menyuburkan harta Abdurrahman bin Auf, sampai-sampai ada penduduk Madinah yang berkata " Seluruh penduduk Madinah berserikat dengan Abdurrahman bin Auf pada hartanya. Sepertiga dipinjamkannya pada mereka, sepertiga untuk membayari hutang-hutang mereka, dan sepertiga sisanya dibagi-bagikan kepada mereka".
· Keseluruhan harta Abdurahman bin Auf adalah harta yang halal, sehingga Ustman bin Affan RA. yang sudah sangat kayapun bersedia menerima wasiat Abdurahman ketika membagikan 400 Dinar bagi setiap veteran perang Badar. Atas pembagian ini Ustman bin Affan berkata, " Harta Abdurahman bin Auf halal lagi bersih, dan memakan harta itu membawa selamat dan berkat".
Jadi mengelola Dinar tidak berarti menjadi hamba Dinar. Asal kita dapat kembali ke tuntunan dan contoh langsung dari Rasulullah SAW beserta para sahabatnya. Semoga Allah SWT mengidayahkan masyarakat Indonesia hingga makin banyak prototype Abdurahman bin Auf di negeri ini. Amin.
Wallahu A'lam.
Penelitian Ilmiah: Memaafkan itu Menyehatkan
"Forgiveness research" atau penelitian tentang perilaku memaafkan termasuk bidang yang kini banyak diteliti ilmuwan di sejumlah bidang keilmuan seperti kedokteran, psikologi dan kesehatan. Hal ini karena sikap memaafkan ternyata memiliki pengaruh terhadap kesehatan jiwa raga, maupun hubungan antar-manusia.
Jurnal ilmiah EXPLORE (The Journal of Science and Healing), edisi Januari/Februari 2008, Vol. 4, No. 1 menurunkan rangkuman berjudul "New Forgiveness Research Looks at its Effect on Others" (Penelitian Baru tentang Memaafkan Mengkaji Dampaknya pada Orang Lain).
Dipaparkan pula bahwa berlimpah bukti telah menunjukkan perilaku memaafkan mendatangkan manfaat kesehatan bagi orang yang memaafkan. Lebih jauh dari itu, penelitian terbaru mengisyaratkan pula bahwa
pengaruh memaafkan ternyata juga berimbas baik pada kehidupan orang yang dimaafkan.
Worthington Jr, pakar psikologi di Virginia Commonwealth University , AS, dkk merangkum kaitan antara memaafkan dan kesehatan. Dalam karya ilmiahnya, "Forgiveness in Health Research and Medical Practice"
(Memaafkan dalam Penelitian Kesehatan dan Praktek Kedokteran), di jurnal Explore, Mei 2005, Vol.1, No. 3, Worthington dkk memaparkan dampak sikap memaafkan terhadap kesehatan jiwa raga, dan penggunaan "obat memaafkan" dalam penanganan pasien.
Memaafkan dan Kesehatan
Penelitian menggunakan teknologi canggih pencitraan otak seperti tomografi emisi positron dan pencitraan resonansi magnetik fungsionalberhasil mengungkap perbedaan pola gambar otak orang yang memaafkan
dan yang tidak memaafkan.
Orang yang tidak memaafkan terkait erat dengan sikap marah, yangberdampak pada penurunan fungsi kekebalan tubuh. Mereka yang tidak memaafkan memiliki aktifitas otak yang sama dengan otak orang yang
sedang stres, marah, dan melakukan penyerangan (agresif).
Demikian pula, ada ketidaksamaan aktifitas hormon dan keadaan darah si pemaaf dibandingkan dengan si pendendam atau si pemarah. Pola hormon dan komposisi zat kimia dalam darah orang yang tidak memaafkan
bersesuaian dengan pola hormon emosi negatif yang terkait dengan keadaan stres. Sikap tidak memaafkan cenderung mengarah pada tingkat kekentalan darah yang lebih tinggi. Keadaan hormon dan darah
sebagaimana dipicu sikap tidak memaafkan ini berdampak buruk pada kesehatan.
Raut wajah, daya hantar kulit, dan detak jantung termasuk yang juga diteliti ilmuwan dalam kaitannya dengan sikap memaafkan. Sikap tidak memaafkan memiliki tingkat penegangan otot alis mata lebih tinggi,
daya hantar kulit lebih tinggi dan tekanan darah lebih tinggi. Sebaliknya, sikap memaafkan meningkatkan pemulihan penyakit jantung dan pembuluh darah.
Kesimpulannya, sikap tidak mau memaafkan yang sangat parah dapat berdampak buruk pada kesehatan dengan membiarkan keberadaan stres dalam diri orang tersebut. Hal ini akan memperhebat reaksi jantung
dan pembuluh darah di saat sang penderita mengingat peristiwa buruk yang dialaminya. Sebaliknya, sikap memaafkan berperan sebagaipenyangga yang dapat menekan reaksi jantung dan pembuluh darah
sekaligus memicu pemunculan tanggapan emosi positif yang menggantikan emosi negatif.
Kesehatan Jiwa
Selain kesehatan raga, orang yang memaafkan pihak yang mendzaliminya mengalami penurunan dalam hal mengingat-ingat peristiwa pahit tersebut. Dalam diri orang pemaaf, terjadi pula penurunan emosi
kekesalan, rasa getir, benci, permusuhan, perasaan khawatir, marah dan depresi (murung).
Di samping itu, kajian ilmiah membuktikan bahwa memaafkan terkait erat dengan kemampuan orang dalam mengendalikan dirinya. Hilangnya pengendalian diri mengalami penurunan ketika orang memaafkan dan hal
ini menghentikan dorongan untuk membalas dendam.
Kedzaliman
Harry M. Wallace dkk dari Department of Psychology, Trinity University, One Trinity place, San Antonio , AS menulis di Journal of Experimental Social Psychology, Vol 44, No. 2, March 2008, hal 453- 460 dengan judul "Interpersonal consequences of forgiveness: Does forgiveness deter or encourage repeat offenses?" (Dampak Memaafkan terhadap Hubungan Antar-manusia: Apakah Memaafkan Mencegah atau
Mendorong Kedzaliman yang Terulang?). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa menyatakan pemberian maaf biasanya menjadikan orang yang mendzalimi si pemaaf tersebut untuk tidak melakukan tindak kedzaliman serupa di masa mendatang.
Obat Memaafkan
Berdasarkan bukti berlimpah sikap memaafkan yang berdampak positif terhadap kesehatan jiwa raga, kini di sejumlah negara-negara maju telah dilakukan berbagai pelatihan menumbuhkan jiwa pemaaf dalam diri seseorang. Bahkan perilaku memaafkan ini mulai diujicobakan di dunia kesehatan dan kedokteran dalam penanganan pasien penderita sejumlah penyakit berbahaya.
Orang yang menderita resiko penyakit jantung koroner dan tekanan darah tinggi berpeluang mendapatkan manfaat dari sikap memaafkan. Telah dibuktikan bahwa 10 minggu pengobatan dengan menggunakan "sikap memaafkan" mengurangi gangguan kerusakan aliran darah otot jantung yang dipicu oleh sikap marah.
Rasa sakit kronis dapat diperparah dengan sikap marah dan kesal (dendam). Penelitian terhadap orang yang menderita sakit kronis pada punggung bawah menunjukkan bahwa rasa marah, sakit hati dan sakit yang dapat dirasakan secara inderawi lebih berkurang pada mereka dengan sikap pemaaf yang lebih besar.
Kampanye Memaafkan
Kini terdapat gerakan memaafkan yang dipimpin oleh Everett L. Worthington Jr., profesor psikologi di Virginia Commonwealth University, AS. Prof. Worthington adalah seorang psikolog klinis yang juga menjabat Direktur Marital Assessment, Therapy and Enrichment Center (Pusat Penilaian, Pemulihan dan Pengokohan Perkawinan) di Universitas tersebut.
Gerakan yang bersitus di www.forgiving. org ini menyediakan informasi seputar berlimpah hasil penelitian seputar memanfaatkan ditinjau dari berbagai disiplin ilmu. Selain itu abstrak makalah konferensi ilmiah tentang memaafkan, nama para ilmuwan dan pusat-pusat penelitian ilmiah tentang memaafkan ini juga dapat dijumpai di situs ini.
Selain dampak baiknya pada kesehatan jasmani dan rohani, kaitan antara erat sikap memaafkan dengan hubungan antar-manusia, seperti hubungan suami istri, anggota keluarga, maupun anggota masyarakat juga telah banyak diteliti. Sikap memaafkan berpengaruh baik pada pemulihan hubungan antar-manusia tersebut.
"Memaafkan dapat mengobati seseorang, perkawinan, keluarga, masyarakat, dan bahkan segenap bangsa. Kami mengajak Anda bergabung dengan masyarakat-memaafka n kami dan menjadi bagian dari usaha yang semakin berkembang dalam rangka menyebarluaskan anjuran memaafkan ke seluruh dunia. Kami menawarkan situs ini untuk mempelajari penelitian ilmiah tentang memaafkan, dan berbagi pengalaman Anda sendiri tentang memaafkan, atau terilhami oleh orang lain. Memaafkan adalah sebuah keputusan dan sekaligus sebuah perubahan nyata dalam pengalaman emosi. Perubahan dalam emosi itu terkait erat dengan kesehatan raga dan jiwa yang lebih baik." Demikian papar www.forgiving. org
Hikmah Ilahiah
Nampaknya, ilmu pengetahuan modern semakin menegaskan pentingnya anjuran memaafkan sebagaimana diajarkan agama. Di dalam Al Qur'an, Hadits maupun teladan Nabi Muhammad SAW, memaafkan dan berbuat baik kepada orang yang mendzalimi merupakan perintah yang sangat kuat dianjurkan. Salah satu ayat berkenaan dengan memaafkan berbunyi:
"Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang- orang zalim."
(QS. Asy Syuuraa, 42:40). Anda mau sehat? Belajarlah memaafkan mulai
hari ini. [cs/explore/ forgiving. org/www.hidayatullah. com
Jumat, 12 September 2008
Menunda Kesempatan!
sekedar refleksi diri....!
Ada seorang pengusaha muda yang pagi itu terburu-buru berangkat kantor karena ia bangun rada kesiangan. Sementara pagi itu ia ada meeting dengan rekan bisnis-nya. Karena terburu-buru, ia tidak sempat menikmati sarapan pagi buatan isterinya. Ia lalu memutuskan untuk mampir ke sebuah toko untuk membeli roti sebagai ganti sarapan pagi. Pikirnya, "nanti roti ini dimakan di kantor saja".
Ketika ia sedang memilih roti yang hendak dibelinya, matanya tertarik
mengamati seorang anak kecil berusia kira-kira sepuluh tahun yang sedang memilih bunga di toko sebelah. Anak kecil ini terlihat sedang tawar menawar harga bunga dengan pelayan toko tersebut.
"Mbak, harga bunga ini berapa?" tanyanya kepada pelayan toko. " Lima puluh ribu rupiah", jawab sang pelayan. Kemudian ia memilih bunga yang lain dan bertanya kembali,
"Kalau bunga yang ini berapa?".
"Ini lebih mahal lagi, seratus lima puluh ribu rupiah!" jawab sang pelayan. "Kalau yang ini berapa?" tanyanya sambil menunjukkan bunga yang lebih bagus lagi. "Ini harganya dua ratus lima puluh ribu, nak!" jawab sang pelayan. Anak ini terlihat bingung karena harga bunganya bertambah tinggi, sementara ia tidak menyadari bahwa bunga yang ia tunjuk itu bunga yang paling bagus. Dengan sedih ia bertanya, "Adakah bunga yang harganya lima ribu?" .
Anak ini ternyata hanya memiliki uang lima ribu rupiah walau keinginannya untuk mendapatkan bunga itu sangat besar. Belum sempat pelayan toko itu menjawab, pengusaha muda ini segera bertanya kepada sang anak, "Nak, kamu mau beli bunga buat siapa?"
Kemudian anak ini menjawab, "Saya mau beli bunga buat mama, karena hari ini mama ulang tahun!" Pengusaha muda ini tersentak, dalam hatinya ia berkata, "Wah... mati aku, aku lupa! Hari ini isteriku ulang tahun. Aku belum mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya. Kalau sampai aku lupa, ia bisa marah!"
Segera ia berkata kepada pelayan toko, "Mbak, saya beli bunga ini. Saya beli 2 ikat. Satunya buat anak ini. Tolong nanti antar bunga ini ke alamat rumah saya," katanya sambil memberikan kartu namanya. Kemudian pengusaha muda itu memberikan bunga tersebut kepada sang anak dan mengucapkan terima kasih sudah mengingatkannya bahwa hari ini ternyata isterinya juga berulang tahun. Anak itu kemudian pergi.
Pengusaha ini segera bergegas ke mobilnya dan melanjutkan perjalanan ke kantor. Ketika ia sedang mengendarai mobil, ia melewati anak kecil tadi sedang berjalan. Iapun berhenti dan bertanya apakah ia satu jurusan dengannya. Anak kecil itu mengiyakan dan kemudian masuk ke dalam mobilnya. Sampai di suatu tempat yang agak sepi anak ini minta turun. Pengusaha muda tersebut heran melihat anak kecil ini masuk melewati sebuah lorong kecil.
Karena penasaran, ia mengikuti sang anak dari belakang. Betapa terkejutnya ia ketika melihat anak kecil ini menaruh bunganya di sebuah gundukan tanah kuning yang masih basah.
Kemudian ia bertanya, " Nak, ini kuburan siapa? " Anak kecil itu kemudian menjawab, " Oom, hari ini mama ulang tahun. Tetapi sayang, mama baru saja meninggal dua hari yang lalu. Oleh sebab itu saya datang ke tempat ini untuk membawakan mama bunga dan mengucapkan selamat ulang tahun." Pengusaha muda begitu tersentak dengan perkataan anak ini.
"Apakah isteriku masih hidup saat ini? " tanyanya dalam hati. Segeralah ia berlari masuk ke mobil, mengendarainya dengan kecepatan tinggi dan menuju ke toko tadi. Dengan terengah-engah ia berkata kepada pelayan toko, "Mana bunga yang tadi saya beli? Bunganya tidak usah dikirim, biar saya saja yang langsung memberikannya ke tangan isteri saya. " Dengan cepat ia menyambar bunga tersebut dan menyetir pulang.Sampai di rumah, ia segera berlari mendapatkan isterinya. Allhamdullilah. !! Isteriku masih hidup! " Sambil memberikan bunga ia berkata, " Isteriku, selamat ulang tahun". Kemudian ia mencium dan memeluk isterinya kuat-kuat sambil mengucap syukur kepada Tuhan. Sambil menangis ia berkata, " Terima kasih, Tuhan.Engkau masih memberikan kesempatan kedua kepadaku. "
Banyak diantara kita terlalu sibuk dengan aktifitas sehari-hari. Aktifitas dan rutinitas ternyata sudah ' membunuh ' perhatian dan momen-momen penting yang harus dinikmati bersama orang-orang yang kita kasihi; orang tua, suami, isteri, anak-anak, dan saudara-saudara kita. Demi mengejar karier, uang dan jabatan bahkan pelayanan banyak orang melupakan keluarga.
Seorang businessman hanya berpikir bahwa memenuhi kebutuhan materi isteri dan anak-anak sudah membuatnya merasa menjadi ayah yang baik. Seorang pelayan Tuhan berpikir bahwa dengan sibuk dalam pelayanan dan dikenal di mana-mana sudah membuatnya merasa menjadi orang yang benar di dalam keluarganya.
Kita tidak sadar, kita sudah salah jika berpikir demikian. Hari ini, kalau kita masih diberi kesempatan untuk hidup semua hanyalah kasih karunia Tuhan. Oleh sebab itu, jangan tunggu sampai besok untuk menunjukkan kasih dan sayang kita kepada orang-orang disekitar kita, terutama orang-orang yang paling dekat dengan kita. Jangan tunggu mereka mati kita baru menyadarinya. Jangan tunggu sampai besok!
Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan hari esok. Jika kita masih hidup pada hari ini berarti ini kesempatan kedua buat kita. Ambil kesempatan kedua yang Tuhan anugrahkan buat kita hari ini. (Sumber: Unknown )
Dahaga itu akan segera terobati
Kita adalah musafir yang sedang berjalan menuju negeri akherat, itulah ibarat yang selalu di pakai untuk menggambarkan kita di dunia ini, jadi selangkah kaki ini melangkah maka waktu dan helaan nafas ini akan berkurang dan berkurang, dan tak mungkin dapat diulang kembali. Hari berganti bulan, bulanpun berganti tahun begitu seterus nya, apakah kita telah siapkan bekal menuju akherat di sela-sela waktu kita?
Maka siapa yang memberikan waktu-waktunya untuk kemanfaatan, dialah orang yang beruntung dan sebaliknya jika dia menyia-nyiakan waktunya, maka dia akan merugi Rosullulah pernah bersabda ada dua Nikmat yang manusia sering banyak tertipu dan rugi yaitu kesehatan dan waktu luang,
maka tak salah bila kita perlu memanfaatkan waktu-waktu kita agar tak sia-sia, terlebih saat ini kita akan menemui Ramadhan yang penuh Ampunan, tiga bulan lagi. Tiga bulan, bukanlah waktu yang lama untuk menunggu sang tamu mulia ini .
Kini tanpa terasa kita akan bertemu lagi dengan sang tamu agung, bulan dimana hamparan rahmat dan ampunan Allah dibuka lebar, kesempatan kita memenuhi hari-hari dengan ibadah dan mendekati rahmat Allah yang selalu tercurahkan.
Namun sayang , kebanyakan kita akan terkaget dan berkata ” wah ternyata besok kita sudah puasa”....... sudah seharusnya, hari-hari di bulan itu kita khususkan untuk mempererat ibadah kita kepada Allah,namun yang sering kita lakukan dibulan itu kita justru sibuk dengan belanja dan siap-siap untuk pulang kampung,, lalu kesempatan emas itupun berlalu tanpa makna.
Padahal para sahabat dan Rosullulah sangat rindu dan berharap andai bulan-bulannya seistimewa Ramadhan yang agung.
bagaimanakah sahabat dan Rosullulah Saw serta para Ulama Rindu dan mempersiapkan kedatangan Ramadhan?
Sebagaimana di sabdakan oleh Rosullulah SAW tentang bagaimana keaguangan Ramadhan ” Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan di muliakanNYa. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal –amalmu diterima dan doa-doa mu di ijabahi. Bermohonlah kepada Allah Rabb mu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbing mu untuk melakukan puasa dan membaca kitabNya
( HR Ibnu Khuzaimah)
Rosullulah melihat keaguangan dan keutamaannya, maka dia pun mengajarkan bagi kita sebuah doa agar deru nafas kita ini, Allah takdirkan untuk menyambut sang tamu agung.
Ya Allah berikanlah keberkahan kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah umur kami di bulan Ramadhan (HR Ahmad dan Thabrani).
Begitu rindunya Rosullulah SAW. Dan para sahabat maka sahabatpun menyiapkan jasad mereka, rohaniah mereka, dan materi mereka, untuk berebut amal di bulan yang agung.
Bahkan Aisyah menceritakan jika menjelang Ramadhan, maka Rosullulah menjadi lebih dermawan dan meningkatkan intensitas ibadahnya, seakan tak ada beda Ramadhan dan bulan –bulan menjelang Ramadhan
Laksana seteguk air yang melepas dahaga, maka sahabatpun tak melewatkan moment Ramadhan dengan sebuah kesia-sian mereka berlomba meraih rahmat Allah dengan memperbanyak baca Al Quran dan Qiyamullail serta meningkatkan intensitas ibadah mereka.
Tidak hanya sahabat para Ulamapun mengagungkan nya dengan ibadah dan sujud ketulusan. Diceritakan Imam Asyafi’i mampu menghatamkan Al Quran selama bulan Ramadhan sebanyak 60 kali dalam sebulan...sungguh luar biasa...maka ketika Ramadhan meninggalkan mereka kerinduan mereka seakan menyeruak dan mereka merintih takut jika mereka tak akan menemuai sang tamu agung di masanya yang akan datang.
Inilah sahabat Rosul mereka tak menitikkan setetes kesia-siaan dalam waktu di kehidupannya, dengarlah sebuah petuah dari sang Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tentang bagaimana kita seorang muslim memanfaatkan waktu-waktunya di helaan nafasnya:
” Tahun adalah batang pohon. Bulan-bulan adalah dahan-dahannya, dan hari-hari adalah ranting-rantingnya, jam-jam adalah daun-daun nya , dan nafas adalah buah-buah dari pepohonan itu, barang siapa nafas-nafasnya untuk kataatan maka buah nya adalah kebajikan dan kebaikan, Dan barang siapa yang nafas-nafasnya penuh dengan kemaksiatan maka buah nya akan pahit dan penuh kesesatan, semuanya akan kita panen nanti di hari pembalasan. (Sumber : Ryadhus Sholihin, Era Muslim. )
M. Farizi Agamsyah ( ZI )
OC Kaligis Associated Advocates
Legal & Consultans
Jl. Majapahit 18-20
Jakarta Pusat 10160
www.ocklaw.comBaca dan Bergeraklah
| Ayo Rame-rame Kita Tutup Blog Forum Murtadin Indonesia!! | Sep 2, '08 12:41 AM for everyone |
Satu lagi blog yang sangat provokatif terhadap umat muslim Indonesia datang mengusik ketenangan ibadah kita di bulan suci Ramadhan ini.
Untuk itu saya mengajak teman-teman semua untuk melakukan flagging terhadap situs http://mantanmuslim .blogspot. com/ agar pihak pengelola blog, Blogger.com, menutup blog jahat tersebut. Kampanye ini bukan pelanggaran hukum terhadap kebebasan berekspresi, bukan pula pelanggaran terhadap kebebasan bicara, tapi justru blog tersebut yang secara nyata telah melanggar ketentuan Blogger.com yang salah satunya adalah tentang penyebaran kebencian terhadap agama.
Jadi, mari, gerakkan cursor Anda, untuk menuju halaman Report a Terms of Service Violation, kemudian lakukan langkah berikut ini:
- Pilih opsi “Hate or violence”
- Klik “Continue”
- Masukkan alamat http://mantanmuslim .blogspot. com/
- Klik “Submit”
Ayo…sebarkan kepada seluruh rekan-rekan Anda lewat Y!M, E-mail, Blog, Forum, dan seluruh media lainnya yang bisa Anda gunakan!
Semoga Alloh menjaga kita semua dari tipu daya musuh-musuh- Nya..
Satu lagi! ISLAM EXPOSE dengan alamat http://islamexpose. blogspot. com/ juga sarat dengan kebencian & penghinaan terhadap Islam! Harap situs Islam Expose juga di execute dengan langkah-langkah di atas.
lengkapnya, kunjungi situs :
ADAP BEKOMUNIKASI
Ceklah dengan baik nomor telepon yang akan anda hubungi sebelum anda menelpon agar anda tidak mengganggu orang yang sedang tidur atau mengganggu orang yang sedang sakit atau merisaukan orang lain. Pilihlah waktu yang tepat untuk berhubungan via telepon, karena manusia mempunyai kesibukan dan keperluan, dan mereka juga mempunyai waktu tidur dan istirahat, waktu makan dan bekerja.
Jangan memperpanjang pembicaraan tanpa alasan, karena khawatir orang yang sedang dihubungi itu sedang mempunyai pekerjaan penting atau mempunyai janji dengan orang lain.
hendaknya wanita tidak memperindah suara di saat ber-bicara (via telpon) dan tidak berbicara melantur dengan laki-laki. Alloh ‘
azza wa Jalla berfirman, yang artinya: “Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik”. (QS: Al-Ahzab: 32).
Maka hendaknya wanita berhati-hati, jangan berbicara diluar kebiasaan dan tidak melantur berbicara dengan lawan jenisnya via telepon, apa lagi memperpanjang pembicaraan, memperindah suara, memperlembut dan lain sebagainya.
Hendaknya penelpon memulai pembicaraannya dengan ucapan Assalamu`alaikum, karena dia adalah orang yang datang, maka dari itu ia harus memulai pembicaraannya dengan salam dan juga menutupnya dengan salam.
Tidak memakai telpon orang lain kecuali seizin pemilik-nya, dan itupun bila terpaksa.
Tidak merekam pembicaraan lawan bicara kecuali seizin darinya, apapun bentuk pembicaraannya. Karena hal tersebut merupakan tindakan pengkhianatan dan mengungkap rahasia orang lain, dan inilah tipu muslihat. Dan apabila rekaman itu kamu sebarluaskan maka itu berarti lebih fatal lagi dan merupakan penodaan terhadap amanah. Dan termasuk di dalam hal ini juga adalah merekam pembicaraan orang lain dan apa yang terjadi di antara mereka. Maka, ini haram hukumnya, tidak boleh dikerjakan!
Tidak menggunakan telepon untuk keperluan yang negatif, karena telepon pada hakikatnya adalah nikmat dari Alloh ‘Azza wa Jalla yang Dia berikan kepada kita untuk kita gunakan demi memenuhi keperluan kita. Maka tidak selayaknya jika kita menjadikannya sebagai bencana, menggunakannya untuk mencari-cari kejelekan dan kesalahan orang lain dan mencemari kehormatan mereka, dan menyeret kaum wanita ke jurang kenistaan. Ini haram hukumnya, dan pelakunya layak dihukum. Sumber ( Media Muslim )
M.Farizi Agamsyah ( Bang'ZI)
OC kaligis Associates & Advocates Legal Consultants
Jl. Majapahit 18-20 Jakarta Pusat 10160
