Jumat, 12 September 2008

Dahaga itu akan segera terobati

Kita adalah musafir yang sedang berjalan menuju negeri akherat, itulah ibarat yang selalu di pakai untuk menggambarkan kita di dunia ini, jadi selangkah kaki ini melangkah maka waktu dan helaan nafas ini akan berkurang dan berkurang, dan tak mungkin dapat diulang kembali. Hari berganti bulan, bulanpun berganti tahun begitu seterus nya, apakah kita telah siapkan bekal menuju akherat di sela-sela waktu kita?

Maka siapa yang memberikan waktu-waktunya untuk kemanfaatan, dialah orang yang beruntung dan sebaliknya jika dia menyia-nyiakan waktunya, maka dia akan merugi Rosullulah pernah bersabda ada dua Nikmat yang manusia sering banyak tertipu dan rugi yaitu kesehatan dan waktu luang,

maka tak salah bila kita perlu memanfaatkan waktu-waktu kita agar tak sia-sia, terlebih saat ini kita akan menemui Ramadhan yang penuh Ampunan, tiga bulan lagi. Tiga bulan, bukanlah waktu yang lama untuk menunggu sang tamu mulia ini .

Kini tanpa terasa kita akan bertemu lagi dengan sang tamu agung, bulan dimana hamparan rahmat dan ampunan Allah dibuka lebar, kesempatan kita memenuhi hari-hari dengan ibadah dan mendekati rahmat Allah yang selalu tercurahkan.

Namun sayang , kebanyakan kita akan terkaget dan berkata ” wah ternyata besok kita sudah puasa”....... sudah seharusnya, hari-hari di bulan itu kita khususkan untuk mempererat ibadah kita kepada Allah,namun yang sering kita lakukan dibulan itu kita justru sibuk dengan belanja dan siap-siap untuk pulang kampung,, lalu kesempatan emas itupun berlalu tanpa makna.

Padahal para sahabat dan Rosullulah sangat rindu dan berharap andai bulan-bulannya seistimewa Ramadhan yang agung.

bagaimanakah sahabat dan Rosullulah Saw serta para Ulama Rindu dan mempersiapkan kedatangan Ramadhan?

Sebagaimana di sabdakan oleh Rosullulah SAW tentang bagaimana keaguangan Ramadhan Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan di muliakanNYa. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal –amalmu diterima dan doa-doa mu di ijabahi. Bermohonlah kepada Allah Rabb mu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbing mu untuk melakukan puasa dan membaca kitabNya

( HR Ibnu Khuzaimah)

Rosullulah melihat keaguangan dan keutamaannya, maka dia pun mengajarkan bagi kita sebuah doa agar deru nafas kita ini, Allah takdirkan untuk menyambut sang tamu agung.

Ya Allah berikanlah keberkahan kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah umur kami di bulan Ramadhan (HR Ahmad dan Thabrani).

Begitu rindunya Rosullulah SAW. Dan para sahabat maka sahabatpun menyiapkan jasad mereka, rohaniah mereka, dan materi mereka, untuk berebut amal di bulan yang agung.

Bahkan Aisyah menceritakan jika menjelang Ramadhan, maka Rosullulah menjadi lebih dermawan dan meningkatkan intensitas ibadahnya, seakan tak ada beda Ramadhan dan bulan –bulan menjelang Ramadhan

Laksana seteguk air yang melepas dahaga, maka sahabatpun tak melewatkan moment Ramadhan dengan sebuah kesia-sian mereka berlomba meraih rahmat Allah dengan memperbanyak baca Al Quran dan Qiyamullail serta meningkatkan intensitas ibadah mereka.

Tidak hanya sahabat para Ulamapun mengagungkan nya dengan ibadah dan sujud ketulusan. Diceritakan Imam Asyafi’i mampu menghatamkan Al Quran selama bulan Ramadhan sebanyak 60 kali dalam sebulan...sungguh luar biasa...maka ketika Ramadhan meninggalkan mereka kerinduan mereka seakan menyeruak dan mereka merintih takut jika mereka tak akan menemuai sang tamu agung di masanya yang akan datang.

Inilah sahabat Rosul mereka tak menitikkan setetes kesia-siaan dalam waktu di kehidupannya, dengarlah sebuah petuah dari sang Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tentang bagaimana kita seorang muslim memanfaatkan waktu-waktunya di helaan nafasnya:

” Tahun adalah batang pohon. Bulan-bulan adalah dahan-dahannya, dan hari-hari adalah ranting-rantingnya, jam-jam adalah daun-daun nya , dan nafas adalah buah-buah dari pepohonan itu, barang siapa nafas-nafasnya untuk kataatan maka buah nya adalah kebajikan dan kebaikan, Dan barang siapa yang nafas-nafasnya penuh dengan kemaksiatan maka buah nya akan pahit dan penuh kesesatan, semuanya akan kita panen nanti di hari pembalasan. (Sumber : Ryadhus Sholihin, Era Muslim. )





M. Farizi Agamsyah ( ZI )

OC Kaligis Associated Advocates

Legal & Consultans

Jl. Majapahit 18-20

Jakarta Pusat 10160

www.ocklaw.com

Tidak ada komentar:

Template by:
Free Blog Templates