Rabu, 27 Agustus 2008

TES IQ ANDA

Jika Jaman Sekarang anda masih menggunakan otak. Maka anda ketinggalan, ini bisa menjawab kenapa orang yg IP nya 4 tp tidak SUKSES ?
Jawaban nya dia hanya mengandalkan otaknya sendiri Untuk membuktikan Jawablah pertanyaan di bawah University Of Life
Tidak pakai pensil atau kertas!
Baiklah, mari kita lihat seberapa pandai dan pintar, anda.
Siap?... Mulai!!!

Pertanyaan Pertama:
Anda sedang mengikuti Perlombaan.
Anda mendahului posisi kedua.
Anda sekarang berada pada posisi berapa?

Jawaban:
Jika anda menjawab posisi pertama, maka anda Jelas salah!
Jika anda medahului posisi 2 maka anda mengambil posisinya.
Sekarang, anda berada pada posisi 2!

Coba untuk tidak salah lagi pada pertanyaan berikutnya.
Untuk menjawab pertanyaan kedua anda tidak memerlukan waktu yang lama, seperti yang pada pertanyaan sebelumnya.

Pertanyaan Kedua:
Jika anda mendahului posisi terakhir, maka anda posisi...?
Jawab:
Jika anda menjawab ke dua dari akhir, maka anda salah lagi.
Coba pikir bagaimana bisa anda mendahului posisi terakhir?
Sedang anda bukan yang terakhir?!

Petanyaan Ketiga:
Perhitungan yang licik!
Perhatian : ini harus dilakukan dengan menggunakan kepala anda sendiri.
JANGAN memakai kertas dan pencil atau kalkulator.
Ambil 1000 dan tambah 40.
sekarang tambahkan lagi 1000.
tambahkan 30.
tambahkan lagi 1000.
tambah 20.
tambah lagi 1000.
ambah 10.
Jumlahnya berapa?

Jawaban:
Apa anda dapat 5000?
Jawaban yang benar adalah 4100.
Tidak percaya? Check dengan kalkulator!

Today is definitely not your day".
Mungkin pertanyaan berikut anda benar?
Pertanyaan terakhir:
Ayahnya Mery punya lima putri:
Nana, Nene, Nini, Nono. apa nama putrinya yang kelima?
Jawaban:
Nunu? Nana? Nene? NONO! TENTU tidak.
Putri yang kelima namanya Mary.
Baca per tanyaannya lagi.
Mungkin anda sudah sedikit tau kenapa bukan orang yg mempunyai IP 4 atau kepintaran tinggi yg menjadi sukses di dunia ini. Kebanyakan orang sukses tidak mempunyai IQ yg tinggi (alias tidak mengandalkan otaknya sendiri)

Zainudin Hasan
SET-TINDAK
KPK
Corruption Eradication Commission - Republic of Indonesia
Jl. H.R Rasuna Said Kav. C-1, Jakarta-12920, Indonesia
Phone (+62-21) 25578365
Fax (+62-21) 2525926
Email zainudin.hasan@kpk.go.id
Website http://www.kpk. go.id

Senin, 25 Agustus 2008

TIPS DALAM MENGELOLA PENANTIAN ITU

Kebimbangan itulah perasaan yang sering muncul di hati para lajang tatkala harus memutuskan dengan siapa ia akan menikah. Perasaan ini wajar muncul, karena keputusan menikah adalah keputusan besar yang akan mempengaruhi jalan hidup seseorang, karenanya mereka akan berhati-hati dalam menentukan calon pendamping hidupnya.
Tak ada gading yang tak retak, begitu yang dikatakan pepatah untuk mengungkapkan sebenarnya tidak ada orang yang sempurna. Setiap orang pasti memiliki kekurangan, namun sesungguhnya ada kualitas kepribadian dasar yang harus kita dan calon pasangan kita miliki agar dapat membina mahligai rumah tangga yang bahagia. Kualitas pribadi tersebut antara lain:
Kualitas Keberagamaan
Agama merupakan keyakinan yang mempengaruhi hati, fikiran, perasaan dan tingkah laku seseorang sehingga orang yang mempunyai pemahaman serta pengalaman agamanya yang baik akan sangat terbantu dalam mengatasi berbagai masalah. Kondisi ini pada akhirnya akan mempengaruhi kebahagiaan dan kelanggengan sebuah perkawinan.
Memiliki Komitmen Untuk Mengembangkan Diri
Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun setiap orang juga memiliki kesempatan untuk berkembang. Penting bagi kita untuk memiliki komitmen pengembangan pribadi ini, yaitu bagaimana seseorang memahami kekurangan yang ada, belajar dari kesalahan dan mau mendengarkan nasihat orang lain. Semua hal tersebut bermuara pada bagaimana ia membangun dan mengembangan dirinya agar menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bijak.
Keterbukaan Emosional
Artinya adalah orang yang memiliki perasaan, mengetahui apa yang sedang dirasakan, mau berbagi perasaan dengan pasangannya dan mengetahui cara mengungkapkan perasaan. Keterbukaan Emosional menjadi modal penting dalam membangun komunikasi dengan pasangan kita, sedangkan komunikasi yang baik adalah modal penting dalam membangun rumah tangga harmonis.
Memiliki Integritas
Setiap orang mendambakan calon pasangan yang mempunyai integritas diri. Kita menginginkan orang yang jujur, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain, dalam hal ini terutama dengan pasangannya, kita juga ingin calon pasangan kita adalah orang yang tidak main-main dalam mengambil keputusan yang mempengaruhi masa depannya. Itulah makna integritas diri.
Kematangan dan Tanggung Jawab
Memiliki kematangaan berarti ia bisa mengurus dirinya sendiri, tahu mana yang baik/buruk buat dirinya. Sedangkan bertanggung jawab berarti dia memahami langkah yang dia ambil beserta resiko-resiko yang mungkin dihadapi.
Memiliki Harga Diri
Ingatlah agar seseorang bisa mencintai ia harus cinta pada dirinya sendiri. Karena itu lihatlah bagaimana cintanya ia pada dirinya sendiri. Kalau ia sendiri tidak mencintai dirinya, bagaimana mungkin ia bisa mencintai pasangannya?
Sikap Positif Terhadap Kehidupan
Mereka yang memiliki sikap hidup positif akan berusaha mengubah segala kendala menjadi peluang, dan biasanya percaya bahwa segalanya akan bisa menjadi baik.
Hal-hal seperti ini mungkin akan membantu kita agar tidak salah paham dalam memilih pasangan:
1. Jangan terlalu cepat memutuskan untuk menikah dengan si dia.
Sediakan waktu yang cukup untuk memperoleh informasi yang memadai tentang calon pasangan anda tersebut. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui dari calon pasangan hidup kita itu:
a. Latar Belakang Kehidupan.
Ø Nasab/latar belakang keturunan mencakup hubungan keluarga asal, apakah berasal dari keluarga utuh, harmonis, atau broken home. Termasuk bentuk hubungan dengan saudara kandung.
Ø Agama, norma-norma atau nilai-nilai status sosial ekonomi, suku, tradisi budaya keluarga asal.
Ø Adakah penyakit keturunan yang berhubungan dengan faktor genetic.
b. Masalah yang berkaitan dengan kualitas diri
Ø Kualitas Dien.
Ø Akhlaq.
Ø Tipe kepribadian (tertutup/terbuka, pendiam, periang, emosional, sabar).
Ø Pendidikan, kapasitas intelektual, profesi.
Ø Latar belakang organisasi, aktivitas sosial.
Ø Kemampuan problem solving.
Ø Kepercayaan diri.
2. Jangan menikah di usia yang belum matang secara pribadi.
Siap menikah berarti siap menghadapai masalah yang semuanya menuntut kedewasaan berfikir dan bersikap. Kedewasaan ini tidak bisa di ukur dengan usianya lebih dewasa dibanding mereka yang lebih tua. Kedewasaan juga mempengaruhi dalam kita menentukan pilihan calon pasangan kita. Mereka yang kurang matang cenderung hanya terpukau pada hal-hal yang bersifat luaran saja.
3. Jangan memilih pasangan hanya untuk menyenangkan orang lain.
Andalah orang yang beruntung atau yang menderita dengan pernikahan anda. Kalau pun ada faktor orang lain dalam mempertemukan antara anda dengan si dia pastikan bahwa anda sendirilah yang memutuskan bahwa dialah yang memang terbaik buat anda (tentunya beristiqarah terlebih dahulu).
4. Jangan menikah dengan harapan-harapan yang tidak realistis.
Biasanya niatan awal menikah mempengaruhi masalah-masalah apa yang akan mendominasi selama kehidupan perkawinan. Kepuasan dalam kehidupan perkawinan dan terhadap tolak ukurnya berada pada harapan tersebut. Bila tidak terpenuhi akan menimbulkan kekecewaan.
5. Jangan menikah dengan seseorang yang memilki masalah kepribadian
Berhati-hatilah terhadap orang yang memiliki kepribadian yang sulit untuk dirubah, diperlukan pengertian dan lapang dada yang luar biasa untuk menghadapi orang seperti ini. Pada dasarnya setiap orang memiliki perilaku bermasalah, namun yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana kadar, intensitas dan frekwensinya seseorang yang masuk dalam kategori mengalami masalah kepribadian adalah bila memiliki prilaku bermasalah yang mendominasi keseharian dan mempengaruhi adaptasinya dengan orang lain. Biasanya orang seperti ini sering membuat orang lain atau dirinya sendiri merasa terganggu dan tidak nyaman dengan perilakunya.

Disadur dari berbagai sumber--

NurlaelaLegal&Compliance
PT. Telekomunikasi Indonesia tbk,
Divisi Carrier&Interconnection service
Menara Jamsostek Lt.11
Jl. Gatot Subroto Kav.38 Jakarta Selatan

Keran air di dapur bocor

Keran air di dapur bocor.

Lalu diganti. Agar cukup panjang ke tengah wastafel, penjual keran menyarankan penyambungan pipa, kira-kira 5 cm. Saya nurut saja. Ternyata, jebol. Air tumpah ruah di dapur. Maka diputuskan membuang kembali sambungan pendek itu. Sulit ternyata, karena ulir penyambung dari pipa plastik itu rusak di bagian kunci pas yang kalah kuat bertemu dengan kunci pas dari besi.Satu jam berusaha memperbaiki keran, saya putuskan
menyerah.
Waktu saya lebih penting buat mengerjakan hal lain. Urusan keran, serahkan ke tukang. Maka dipanggilah tukang, sambungan dibongkar paksa oleh dia (dengan dipecah-pecah) , dan beres. Bayar 10 ribu, beres juga. Everybody is happy.Jalanan macet. Antrian panjang ini menyisakan tanda tanya panjang. Sudah satu jam dalam guyuran hujan. Ada apa? Lajur sebelah kiri saya tampak lebih lancar. Maunya sih tertib, bertahan pada jalur mobil yang sekarang. Tapi?Lalu saya putuskan pindah jalur ke kiri. Sedikit lebih cepat daripada kanan. Dan sampailah ke tempat penyebab kemacetan. Ternyata ada bagian jalan yang banjir, karena selokan yang meluap. Di bagian itu mobil tiga jalur berubah menjadi dua (mungkin satu) jalur. Kenapa sih mobil-mobil (yang lebih bagus daripada mobil saya) itu takut dengan air? Saya perhatikan banjir tidaklah terlalu dalam. Maka saya trabas saja banjir itu, dan selamat juga (memang tidak dalam, kenapa pada menghindari ya?). Mereka yang masih antri di jalur kanan tampaknya akan masih lama menderita dalam antrian karena hal konyol ini.Kapan pindah jalur?Dalam hidup ini kita sering menghadapi dilema untuk memilih antara gigih bertekun-tekun, atau banting setir pindah jalur kehidupan. Sesungguhnya seorang pengayuh becak yang bertekun-tekun mengayuh lebih keras dan lebih jauh, belum tentu nasibnya menjadi lebih baik. Kerja keras tidak cukup. Terkadang terus gigih juga berakhir menyesatkan. Kapan kita sebaiknya menyerah?Ini sekedar prinsip sederhana. SEGERALAH MENYERAH bila METODE Anda GAGAL. Namun TERUSLAH GIGIH MEMEGANG TUJUAN.Kita harus segera menyerah bila metode yang kita lakukan menunjukkan tanda-tanda kegagalan. Saat jalur macet, maka mungkin memang jalur tersebut (metode tersebut) menghadapi masalah (ada mobil mogok, lubang di jalan, banjir, pasar kaget). Jadi, jangan ragu untuk pindah jalur. Tapi kita tetap gigih memegang tujuan (yaitu kemana Anda akan pergi dengan mobil itu). Tujuan harus gigih dipertahankan, metode harus fleksibel. Terus ngotot dengan tujuan, segera menyerah dengan metode (yang gagal).Beberapa hal yang perlu diperhatikan :Tujuan yang jelas (kita harus gigih memperjuangkannya)Jangka waktu evaluasi (Jangan cepat menyerah dalam waktu pendek, jangan juga kukuh bertahan padahal jelas-jelas gagal. Berikan waktu yang cukup. Intuisi Anda bisa membimbing untuk hal itu.)Terbuka terhadap metode alternatif. Metode bukanlah tujuan, dia hanya alat, jadi jangan terlalu ngotot menggunakan satu metode. Banyak jalan ke Roma.Pada kasus keran air, tujuannya adalah keran air yang tidak bocor. Metodenya adalah dikerjakan sendiri. Setelah satu jam dikerjakan (lama waktu evaluasi) dan muncul masalah baru (sambungan yang rusak), maka sebaiknya menyerah dengan metode yang sedang dijalankan. Ganti metode lain (panggil tukang). Pada kasus kemacetan, pulang ke rumah adalah tujuan. Memilih jalur kanan adalah metode. Ketika metode menunjukkan kegagalan (sudah satu jam dalam antrian), maka segeralah pindah metode lain (jalur kiri yang lebih lancar).Dalam kehidupan ini kita semua memilih jalur masing-masing. Bila Anda tak puas dengan kondisi sekarang, siapkah mental Anda untuk berpindah jalur? Jangan-jangan jalur yang sekarang Anda tempuh memang macet di depan.

Nice story...money is important but certainly not everything..

Membeli kebahagiaan dengan 'segepok uang', cukupkah ????
Gaji Papa Berapa?
Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta , tiba di rumahnya pada pukul 9 malam.
Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.
Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama. 'Kok, belum tidur ?' sapa Andrew sambil mencium anaknya.
Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, 'Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?' 'Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?' 'Ah, enggak. Pengen tahu aja' ucap Sarah singkat. 'Oke. Kamu boleh hitung sendiri.
Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-.
Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur.
Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?' Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya.
'Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong' katanya. 'Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur' perintah Andrew.
Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah kembali bertanya, 'Papa, aku boleh pinjam uang R p. 5.000 ,- enggak ?' 'Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah'. 'Tapi Papa...' Kesabaran Andrew pun habis. 'Papa bilang tidur !' hardiknya mengejutkan Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya.Diapun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata, 'Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. ' Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih' jawab Andrew 'Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini'. 'lya, iya, tapi buat apa ?' tanya Andrew lembut. 'Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi.. karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa' kata Sarah polos. Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk 'membeli' kebahagiaan anaknya. 'Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya' =

Kamis, 21 Agustus 2008

Perjalanan Menuju Kematian (Bag ke-1)

Oleh: Ulis Tofa, Lc

Sumber informasi yang pasti benar dan tidak berubah sepanjang masa
hanya datang dari Dzat Pencipta, Allah swt, berupa wahyu-wahyu- Nya
yang tertuang di dalam Al Qur'an. Tidak ada campur tangan sedikitpun
dari manusia untuk merubah atau merekasanya. Tidak ada keraguan
sedikitpun perihal kebenarannya. Petunjuk bagi orang yang bertaqwa.
Allah swt berfirman, "Alif laam miin. Kitab (Al Quran) ini tidak ada
keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa." Al Baqarah :
1-2

Informasi tentang perjalan hidup seorang anak manusia dengan jelas
digambarkan Allah swt di banyak tempat di dalam Al Qur'an. Yang secara
jelas menunjukkan bahwa manusia ini menapaki umurnya, menjalani
hidupnya untuk menuju sebuah kematian. Setiap bani Adam akan
mengalaminya, mukminkah ia atau munafik atau orang kafir.


Seorang penyair mengatakan :

Sesungguhnya kamu adalah rangkaian dari hari-hari

Jika satu hari berlalu, maka jatah hidup kamu berkurang

Sampai akhir ajal menjelang



Perjalanan menuju kematian ini diinformasikan Allah swt dalam firman-Nya :

Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani,
sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai
seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai
kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua,
di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami berbuat
demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya
kamu memahami(nya) . Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, Maka
apabila dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya bekata kepadanya:
"Jadilah", Maka jadilah ia." Al Mu'min : 67-68.



Ayat yang senada dengan ini disebutkan dalam surat Al Hajj : 5-8



"Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari
kubur), Maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari
tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah,
kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak
sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam
rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan,
kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-
angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang
diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya
sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang
dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian
apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan
suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah,Dialah yang haq. Dan
sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan
sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan sesungguhnya
hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan
bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur. Dan di
antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu
pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa Kitab (wahyu) yang bercahaya."



Subhanallah, gambaran perjalanan seorang anak manusia yang sangat
detail dan menakjubkan. Ujung dari perjalanan seorang manusia di dunia
ini adalah kematian. Kematian selalu mengintai manusia. Suka tidak
suka, mau tidak mau setiap manusia pasti akan mengakhiri hidupnya.
Sudah banyak saudara-saudara kita yang meninggalkan dunia ini satu
demi satu.



Kematian adalah sebuah kepastian. Namun bagaimana kita mati, itu
adalah pilihan. kita tinggal pilih, mau meninggal dalam kondisi husnul
khatimah atau su'ul khatimah, wai iyadzubillah. Karena itu
persoalannya adalah: Bagaimana kondisi kita saat ajal menjelang ?
Bagaimana seorang mukmin mengakhiri hidupnya ? Bagaimana orang munafik
dan orang kafir menghembuskan nafas terakhirnya ?



Kematian adalah tahapan yang paling sulit dalam kehidupan setiap
manusia. Kondisi ini berbanding sama dengan baik atau buruknya
seseorang dalam hidupnya. Allah swt berfirman : "Dan datanglah
sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari
daripadanya. " Qaf : 19



Dalam hadits sahih Rasulullah saw menegaskan :



"Sungguh kematian itu disertai sekarat". HR. Al Bukhari (Tafsir Al
Qurtubhi, Juz 6, Hal 133)



Sakaratul maut adalah kondisi yang sangat berat dan dahsyat bagi
setiap manusia. Tak terkecuali Rasulullah saw pun menghadapi hal yang
sama. Namun beliau mendapatkan penjagaan dan pemeliharaan langsung
dari Allah swt.



Dari Aisyah ra berkata, "Saya melihat Rasulullah saw ketika maut
menjelang, sedangkan di dekatnya ada tungku berisikan air, kemudian ia
memasukkan tangannya ke dalam tungku itu, lalu mengusap wajahnya
dengan air sambil berdo'a: "Ya Allah, tolong saya saat menghadapi
sakaratul maut." HR. Al Hakim



Saking beratnya sakaratul maut itu, Rasulullah saw mengeluarkan
keringat dingin di keningnya yang mulia. Bahkan Fatimah, putri
Rasulullah swt yang berada di dekat ayahnya merasakan merinding ketika
sakaratul maut itu datang menjemputnya.



Para ulama menyimpulkan tanda keluar keringat dingin menunjukkan
seseorang itu malu kepada Allah swt saat hendak berjumpa dengan-Nya,
lantaran tidak sebanding karunia yang Allah berikan kepadanya dengan
ketaatan yang ia persembahkan kepada-Nya. Atau keringat dingin itu
pertanda pertaubatan yang sebenarnya dari seorang anak manusia.



Saat sakaratul maut inilah perjuangan yang sangat menentukan nasib
seseorang. Ketika itu pertarungan antara pasukan setan dan para
Malaikat berkecamuk, sampai-sampai Malaikat Jibril turun langsung
membantu menyelamatkan orang shalih.



Dikisahkan, bahwa Imam Ahmad bin Hambal saat mengalami sakaratul maut,
ditalkin oleh anaknya untuk bersyahadah. Namun sang Imam mengatakan
tidak, berkali-kali kondisi itu sampai akhirnya ia tak sadarkan diri.
Ketika siuman, sang anak bertanya: Kenapa ayah menolak untuk
mengucapkan kalimatud tauhid? Ayahnya menjawab, Sungguh setan-setan
berebut memperdaya saya untuk tidak bersyahadah. Sampai-sampai di
antara setan-setan itu ada yang menggigit jari-jari kaki saya.



Sebagian ulama tafsir ketika menafsirkan surat Fushshilat ayat 30,
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah
Allah"
kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka malaikat akan turun
kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah
merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah
dijanjikan Allah kepadamu." Turunnya para malaikat termasuk malaikat
Jibril membantu meringankan proses sakaratul maut orang shalih melawan
tipu daya setan.



Gambaran beratnya proses sakaratul maut juga diibaratkan dengan
hunusan pedang dan tajamnya gergaji. Rasulullah saw bersabda:

"Sesungguhnya kematian itu lebih dahsyat dari sabetan pedang dan lebih
pedih dari potongan gergaji" (Tafisr Al Qurthubi, Jilid 17, hal 13)



Nabiyullah Isa alaihissalam juga mengajarkan do'a kemudahaan saat
sakaratul maut kepada hawariyyun –para pendukungnya- . Nabi Isa berkata
: "Wahai para pendukungku, berdoa'alah kepada Allah agar meringankan
sakaratul maut kalian."



Dalam do'a-do'a yang sering kita lantunkan, kita meminta dengan
kerendahan hati "Ya Allah, kami memohon kepada Engkau keselamatan
dalam agama, kesehatan badan, keberkahan rizki, taubat sebelum ajal,
kasih sayang saat ajal, ampunan setalah mati. Ya Allah, mudahkanlah
bagi kami saat sakaratul maut menghadap, ampunan ketika hari
penghitungan, dan selamat dari api neraka."



Semoga kita diwafatkan oleh Allah swt dalam kondisi kening
mengeluarkan keringat dingin sebagai wujud pertaubatan sejati dan
penerimaan Allah swt insya Allah, amin ya Mujibas sa'ilin. Allahu
a'lam

Anakku Sayang Anakku Malang



Inikah wajah anakmu nantinya saudaraku.........
Pesan moral untuk kawan tersayang..... jangan pernah malu untuk mengakui bahwa anak itu adalah anakmu..., karena dia juga mahluk ciptaanNya.

Pemimpin dari (Halalnya) Sepiring Makanan dan Sehelai Pakaian, Benarkah?

”Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”(Al Baqarah: 168)

Bulan Ramadhan tahun 1429 H tinggal beberapa langkah. Anehnya, sikap umat terbelah. Ada yang hari-harinya diisi dengan ibadah (mungkin) karena rasa resah dan bersalah, tapi ada pula yang menganggap ramadhan itu membuat aktivitas menjadi susah. Bulan yang sering disebut sebagai bulan maghfirah, masih menjadi sasaran doa yang tak terarah. Mentah.

Jika masih demikian susah. Apakah akan dijual murah tiap amal ibadah tanpa rasa bersalah?Ataukah hanya menadah, dari para pemberi sedekah? Hah... hanya nafasku yang mendesah. Apa sebenarnya yang menjadi masalah?

Kata pepatah dari negeri entah berantah, pakailah rajah maka ia akan menjajah. Doa adalah senjata muslim dan muslimah. Lantas apa yang menjadikan negeri muslim kian terpuruk di bawah? Padahal berjuta umat datang setiap tahun ke Makkah, padahal tiap tahun datang ke setiap muslim yang bernyawa bulan Ramadhan yang penuh berkah. Lalu mengapa sulit mencari pemimpin yang amanah? seolah doa-doa tidak diijabah.

Wahai diriku dan dirimu, sudahkah melihat jauh ke dalam aliran darah? Atau sekedar yang nampak dari pandangan mata di wajah? Halalkah?

Islam telah mengajarkan pada umat manusia melalui utusan terbaiknya, Rasulullah, pembawa berita gembira dan peringatan dari Allah. Disampaikannya cerita yang penuh hikmah, tentang seseorang yang kepalanya menengadah sembari tangannya menadah kepada Allah berharap seonggok berkah.

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya Allah ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang beriman sebagaimana dia memerintahkan para rasul-Nya dengan firmannya : Wahai Para Rasul makanlah yang baik-baik dan beramal shalihlah. Dan Dia berfirman : Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rizkikan kepada kalian. Kemudian beliau menyebutkan ada seseorang melakukan perjalan jauh dalam keadaan kumal dan berdebu. Dia memanjatkan kedua tangannya ke langit seraya berkata : Yaa Robbku, Ya Robbku, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana doanya akan dikabulkan.

(Riwayat Muslim).

Bah ... Bagaimana bisa doa diijabah? Bagaimana bisa lahir pemimpin yang amanah? Bagaimana bisa meraup berkah yang melimpah? Jika yang dimakan dan dipakai bukanlah, sesuatu yang halal wa thoyyibah.

=================================================================

Tulisan ini dibuat sebagai refleksi atas gundah gulanah karena pemberitaan tentang korupsi yang terus digelontorkan oleh media dan dijejalkan ke otakku yang hanya sebongkah. Tulisan ini pun sebagai refleksi diri atas setiap rupiah yang kudapat dan kubelanjakan, akankah doaku diijabah? Akankah ramadhan ini melimpahkan padaku, pada negeriku ... berkah? Seolah itu semua barang mewah. Entahlah, Allah yang lebih tahu apa yang terbaik untukku, untuk saudara-saudaraku, makhluk-Nya yang lemah

Template by:
Free Blog Templates