Selasa, 19 Agustus 2008
Sabtu, 16 Agustus 2008
Mengapa mengeluh ???
Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita
mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi
tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimana kita mengatasi
hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita
hanya perlu bersyukur.
--
Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan
PASTI ADA hal yang dapat kita syukuri. Sebagai ilustrasi,
Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda berapa
banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia ?
Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif
tidak bekerja, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki
pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena
disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja
ekstra. Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya
kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak
mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan
pekerjaan tambahan. Bersyukurlah karena Anda telah
diberikan kepercayaan oleh atasan Anda, mungkin dengan
Anda lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi
lebih cepat dari yang Anda harapkan.
--
Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan
lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama
Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini
mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu
sibuk mengeluh.
--
Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari.
Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga
Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Ambilah waktu
selama 10-30 detik saja untuk bersyukur kemudian lanjutkan
kembali kegiatan Anda.
Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi
lakukanlah hal berikut ini. Tutuplah mata Anda, tarik
nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan
pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah
dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur
atas semua yang terjadi pada saat ini.
--
Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda
sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh dan beri
tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu
berpikir positif dan lihatlah perubahan dalam hidup Anda.
--
"Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang
Anda miliki, maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki
untuk disyukuri."
Nurlaela
PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk
Menara Jamsostek Lt. 11
Jl. Gatot Subroto Kav.38 Jakarta Selatan
Phone 0ffice: 021-25675197, ext: 5197/5158
TAUSIYAH OF THE DAY
dr temen...
mari qta sama2 ingat...
TAUSIYAH OF THE DAY KAMIS 7 AGUSTUS 2008
Assalamualikum wr wb
Wasiat Sufi Ayatullah Khomaeni
1. Sedapat-dapatnya berpuasalah setiap hari Senin dan Kamis
2. Salatlah 5 waktu tepat pada waktunya dan berusahalah sholat tahajjud
3. Kurangilah waktu tidur dan perbanyak membaca Alquran
4. Perhatikanlah sungguh-sungguh janjimu
5. Berinfaklah kepada faqir miskin
6. Hindarilah tempat-tempat maksiat
7. Hindarilah rempat-tempat pesta pora dan janganlah mengadakannya
8. Jangan banyak berbicara dan seringlah berdoa, khususnya pada hari Selasa
9. Berpakaian secara sederhana
10. Berolahragalah (senam, lari jarak jauh, mendaki gunung dll)
11. Banyak-banyaklah menelaah berbagai buku
12. Belajrlah ilmu teknik yang dibutuhkan banyak negara Ilam
13. Belajarlah ilmu tajwid dan bahasa Arab, serta pahamilah
14. Lupakanlah pekerjaan-pekerjaan baikmu dan ingatlah dosa-dosamu yang lalu
15. Pandanglah fakir miskin dari segi material dan ulama dari segi spiritual
16. Ikuti perkembangan umat Islam
semoga bermanfaat,, ,,,,,,,,
Wassalamualikum wr wb
--
Senyumlah, sebelum ndak bisa senyummm...
Inunk - Inung - Inoenk – Jenoong - Nur Janatul Fajriyah
021-92525007
************ ********* ********* ********* ********
--
Nurlaela
Legal&Compliance
PT. Telekomunikasi Indonesia tbk,
Divisi Carrier&Interconnection service
Menara Jamsostek Lt.11
Jl. Gatot Subroto Kav.38 Jakarta Selatan
Kamis, 14 Agustus 2008
Beberapa Hal Seputar Keikhlasan
Ngomong2 ikhlas jadi teringat perkataan “Ilmu Ikhlas” di film Kiamat Sudah Dekat ya, hehe. Seriously, urgensi keikhlasan sangat penting karena dengan ikhlas amalan diterima, karena itu sebaiknya bersungguh2 untuk mempelajari dan mengamalkan ‘ilmu ikhlas’ ini. Tulisan ini banyak dikutip berdasarkan buku tulisan DR Yusuf Qardhawi dengan judul Niat dan Ikhlas.
Ikhlas artinya meluruskan niat untuk beramal karena Allah dan mengharap ridha Allah serta balasan dari-Nya, beranjak dari surat 7:29 dan 39:2. Ikhlas bisa juga diartikan melakukan amalan untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah. Sebagai ilustrasi untuk menjelaskannya, kita mengenal ungkapan cari muka, contoh kalimat; “Si A mencari muka kepada bosnya di kantor” misalnya, sebagai suatu bahasa kiasan, maka ikhlas adalah mengharapkan wajah Allah, yang maksudnya adalah melakukan perbuatan mengharap simpati dan ridha Allah.
Niat bisa lebih mudah diset menjadi ikhlas bila melakukan ibadah seperti puasa atau shalat tahajjud, dimana orang lain ga ada yang tahu dan ibadah dilakukan langsung mencari keridhaan-Nya. Sedikit complicated kalau berhubungan dengan muammalah/interaksi langsung sesama manuasia, dimana ada kemungkinan untuk riya, yang mana ini mesti dihindari. Maka perlu diperhatikan antara niat, berbuat baik dan mengharapkan balasan dr amalan. Menempatkan kesenangan di hati muslim sangatlah dianjurkan, sesuai hadits “Amal perbuatan yang disukai Allah sesudah yang fardhu/wajib ialah memasukkan kesenangan ke dalam hati seorang muslim (HR Atthabrani). Maka jangan remehkan amalan2 ringan seperti senyum, tegur-sapa, dll. Sedangkan mengharap suatu balasan hanyalah dari Allah (26:127), sebab mengharap balasan dari makhluk, menurut Qardhawi akan menimbulkan rasa lelah/frustasi, capek deh, hehe. Maka dengan berbuat baik serta tidak mengharap balasan dari orang tsb, sudah mengapplikasikan kebaikan dan rahmat bagi sekitar.
Niat yang lurus searah dengan pengharapan sukses di akhirat. Salah kaprahnya segelintir orang, tentu bukan termasuk pembaca :), mereka bilang “Kita ga boleh mengharap syurga, itu syirik” katanya. Maka hendaklah mesti jelas bahwa tidak ada pertentangan antara menginginkan keridhaan Allah dan menginginkan akhirat (masuk syurga, jauh dari neraka). Bila seorang sukses di akhirat berarti mendapat pahala dan keridhaan Allah, mendapatkan apa yang ada disisi-Nya. Nabi SAW pun dalam banyak kesempatan mengajarkan doa2 berisikan pengharapan syurga (contoh doa; rabbana atina fiddunya hasanah wa filakhirati hasanah, waqinna azabannar, dan doa2 lain), begitu juga yang didapat di banyak tempat di Qur’an, karena syurga merupakan tempat penuh dengan nikmat dan keridhaan Allah Swt.
Bagaimana bila sewaktu beribadah, sedang shalat atau baca qur’an umpamanya, niat ikhlas didapati bercampur dengan niat lainnya? Dimana rasa keikhlasan juga dibarengi dengan perasaan show-off, riya, dll. Dalam hal ini Qardhawi menukil landasan daripada pendapat Imam Al-Ghazaly dalam bukunya Al-Ihya; Jika berhimpun bersama, pasti keduanya akan saling menyingkirkan. Bila kekuatan pendorong, riya lebih dominan, maka amalan tidak mendatangkan pahala, jika taqarrub/keikhlasan lebih dominan, maka dia mendapat pahala sesuai dengan kadar keikhlasannya. Poinnya adalah; kudu terus berusaha memurnikan tujuan dengan benar. Jika melakukan amal dengan ikhlas, tiba2 muncul riya, maka mesti berusaha menghilangkannya Menurut Hasan Basri (seorang ulama) pahala tidak gugur bila tiba2 datang niat riya, tetapi mesti menghilangkannya dan adalah bagus untuk memperbarui niat. Mudah2an kita termasuk yang berusaha menjaga keikhlasan dan bisa meningkatkan kualitas ibadah, Amiin.
Dalam aspek kehidupan dunianya, adalah wajar seseorang mencari harta untuk memenuhi kebutuhannya, berkeluarga dsb, namun semua itu mesti dihubungkan dengan ibadah, kesyukuran dan sarana untuk dekat kepada Allah. Bila demikian maka seseorang mengapplikasikan hubungan baik kepada Rabbnya dalam bingkai ibadah dalam seluruh bidang kehidupannya (6:162).
Manfaat ikhlas banyak sekali, saya cantumkan aja poin2nya di buku itu, silakan dijelaskan masing2 :). Selain tentu saja yg paling utama adalah diterimanya amal, manfaat ikhlas antara lain: ketenangan jiwa, kekuatan ruhani, giat dan cenderung pada ibadah, beramal secara berkelanjutan, mendapat pertolongan dan rahmat Allah, suasana aman dan terkendali dalam masyarakat, dsb.
Referensi:
Niat dan Ikhlas, oleh Yusuf Al-Qardhawy, dicetak Pustaka Al-Kautsar (1996)
Yang Paling Penting; Prinsip2 Aqidah
Ba'da tahmid washalawat,
Tulisan tentang aqidah ini banyak diambil dari sumber buku Prinsip2
Aqidah Ahli Sunnah Wal Jama'ah oleh Dr Sholeh bin Fauzan Al-Fauzan,
dengan beberapa penambahan referensi. Aqidah adalah ilmu terpenting
dalam Islam dikarenakan aqidah adalah dasar pondasi daripada ajaran
Islam dengan dalil2 yang jelas dari sumber yang diyakini, yaitu qur'an
dan hadits shahih. Dengan pemahaman aqidah yang benar, seseorang akan
berhasil di akhirat karena mentauhidkan Allah dan tidak terpengaruh
oleh paham2 menyimpang seperti;
- Murji'ah/Liberal; dengan slogan semua agama sama dan menuju islam
yang membebas2kan :)
- Rafidhah: Yang tidak mengakui khulafaurrasyiddin dan para sahabat,
juga membolehkan kawin secara kontrak tanpa saksi dan wali (mut'ah)
- Khawarij; Kelompok/paham yang gampang mengkafirkan muslimin
- Inkarusunnah; Paham yang mengingkari hadits2
Dimulai dari definisi Aqidah yaitu: Keimanan yang teguh dan pasti
kepada Allah dengan bertauhid dan taat pada-Nya, beriman kepada
malaikat2, rasul2, kitab2, hari akhir dan takdir. Aqidah mencakup
beriman kepada apa2 yang sudah shahih menjadi prinsip2 agama
(ushuluddin) dan apa2 yang menjadi ijma' (kesepakatan) ulama salaf
(terdahulu). Aqidah juga membenarkan berita2 ilmiah maupun perintah2
amalan yang ditetapkan menurut qur'an dan hadits. (definisi diambil
dari buku Syarah Aqidah Ahlusunnah waljama'ah oleh Ustadz Yazid
Jawas). Dari definisi ini, kita lihat bahwa aqidah ahlusunnah wal
jama'ah sangat berhubungan dengan enam rukun iman, yang akan
dijelaskan dengan poin2 rukun keimanan sbb, lebih detailnya silakan
membaca buku2 berkenaan :);
1. Allah SWT
Pertama sebuah simpel question dulu, dimanakah Allah? Jawabannya Allah
SWT berada di langit tertinggi, dan bersemayam diatas Arsy
(singgasana) , berdasarkan yang diberitakan di surat 7:54, 10:3, dll,
sesuai dengan sifat-Nya yang Maha Tinggi dan Maha Suci. Beriman kepada
Allah, Tuhan Pemelihara semesta alam, merupakan sentral dari ajaran
Islam dan semua para Nabi menyeru manusia untuk mentauhidkan
(mengesakan) Allah (16:36). Jenis2 tauhid dikategorikan menjadi;
A. Tauhid Rububiyyah
- Merupakan fitrah seluruh manusia, untuk meyakini adanya Pencipta dan
Penguasa alam, bahkan atheis juga, cuma ga mau ngaku :), buktinya
manusia akan ingat Tuhan sewaktu menghadapi bahaya (29:65).
B. Tauhid uluhiyyah
- Ini adalah tauhid terpenting, dimana Allah sebagai Pencipta dan
Pemelihara alam itu diesakan dalam penyembahan
- Tidak meminta tolong jin termasuk dalam applikasi tauhid uluhiyyah.
Banyak mistis dan perdukunan di sekitar seperti; terawang, pawang
hujan, Roro Kidul, susuk pemikat, dll. Yang sebagian besarnya bohong
belaka, ataupun dukun/para (tidak) normal itu melakukan penyembahan
kepada syaithan (jin kafir) dengan ritual2 tertentu, sedangkan kita
ketahui bahwa syaithan berusaha menjadikan manusia syirik
(menyekutukan Allah) dan menyesatkan manusia (15:39), juga syaithan
menimbulkan fitnah dan permusuhan. Yang islam ajarkan mengenai ini
adalah; berdo'a, melakukan usaha2 yang diridhai, dengan hati
bertawakal (bergantung) kepada Allah saja. Maka dengan ini seorang
mu'min percaya kepada kekuasaan Yang Maha Kuasa.
C. Tauhid asma' washifat
- Adalah Nama2 Allah dan sifat2-Nya sesuai dengan Keagungan dan
Kemuliannya, yang banyak terdapat di Al-qur'an
- Menurut sunnah, dianjurkan berdoa dengan mengucap nama2 Allah, misal
Ya Rahman, Ya Razzaq (Yang Maha Pemberi), dll, untuk menambah sungguh2
dan kesannya doa
2. Malaikat
- Makhluk Allah yang diciptakan dari cahaya yang selalu tunduk dan
taat kepada Allah
- Malaikat2 menyayangi dan meminta keampunan bagi orang beriman (33:43)
3. Rasul2
- Beriman pada para Rasul berawal dari Adam Alaihisalam sampai
Muhammad SAW
- Rasul dan Nabi ada yang diberitakan ada yang tidak, menurut hadits,
jumlah para nabi ada 124 ribu orang, dari jumlah itu ada 315 Rasul
(H.R Ahmad dari sahabat Abu Dzar)
- Bahwa Muhammad SAW adalah rasul terakhir, kita mencintai Mencintai
Rasulullah SAW dan ittiba' (ikut) pada petunjuknya (4:80)
4. Kitab2
- Alqur'an sebagai mu'jizat terbesar, tanpa ada kitab suci tandingan
- Mengimani kitab2 yang diturunkan kepada para Nabi. Seperti Zabur,
Taurat, Injil, yaitu kitab2 dulu yang belum dimodifikasi.
5. Hari Kiamat
- Sekurang2nya ada 4 fase yaitu; Yaumul Kiyamah (hancurnya dunia),
Yaumul Ba'ts (hari dibangkitkan) , Yaumul Mahsyar (dikupulkan di
padang Mahsyar), Syurga & Neraka (setelah melalui proses
penimbangan/ hisab, yang berat timbangan baiknya masuk syurga,
begitupun sebaliknya, sebagaimana tertera di surat al-qari'ah), semoga
kita termasuk yang berat amal kebaikannya, amiin.
- Syurga dan neraka ada nama2 dan tingkatan2nya, seperti syurga;
Firdaus, Adn, Na'im, sedangkan neraka; saqar, hawiyah, jahim, dll.
- Salah satu manfaat dari beriman kepada hari akhir adalah dia bisa
mengurangi bahkan menghilangkan rasa sedih dan kecewa, karena orang
beriman yakin akan janji2 Allah dan pahala balasan utama ada disana.
6. Qadha & Qadar (Takdir)
- Seorang mu'min yakin bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu dan
dengan kebijaksanaan dan ilmu-Nya Dia menetapkan takdir. Ibnul Hajar
Al-Asqalani menjelaskan dalam Fathul Bari' tentang Qadha dan Qadar
sbb; Qadha adalah ketentuan yang bersifat umum dan global sejak zaman
azali, sedangkan qadar adalah bagian-bagian dan perincian-perincian
dari ketentuan tersebut. Dalam hal ini manusia mesti berusaha, tawakal
dan ridha dengan takdir Allah SWT.
Yang termasuk pinsip2 aqidah juga antara lain:
- Meyakini bahwa Iman adalah gabungan dari keyakinan, perkataan dan
perbuatan
- Tidak gampang kafir-mengkafirkan muslimin
- Mencintai Nabi SAW, keluarganya dan para sahabatnya
- Berusaha merujuk dan ikuti Qur'an & sunnah/hadits
Sebagai penutup, mudah2an ini tidak dirasa pendiktean, melainkan
sebuah sharing :), dan juga mudah2an berguna kepada saya pribadi dan
juga kepada yang membaca, lebih dan kurang mohon dimaafkan, semoga
Allah mengkaruniakan kita hal2 sbb; bagi kita diampuni kesalahan dan
dosa2, diterima iman dan amalan, dijauhkan dari azab dan dapat masuk
ke syurga-Nya,
Amiin Ya Rabbal `alamin.
August 14 2007 in Religion |




